KOMUNIKASI PUBLIK
Komunikasi
publik (public communication) adalah komunikasi antara seorang pembicara
dengan sejumlah besar orang (khalayak), yang tidak bisa dikenali satu persatu.
Komunikasi demikian sering juga disebut pidato, ceramah, atau kuliah (umum).
Komunikasi publik biasanya berlangsung lebih formal dan lebih dari sulit dari
pada komunikasi antar pribadi atau komunikasi kelompok, karena komunikasi
publik menuntut persiapan pesan yang cermat, keberanian dan kemampuan
menghadapi sejumlah besar orang.
Ciri-ciri
komunikasi publik adalah : terjadi di tempat umum (publik), misalnya di
auditorium, kelas, tempat ibadah (masjid, gereja) atau tempat lainnya yang di
hadiri sejumlah besar orang; merupakan peristiwa sosial yang biasanya telah
direncanakan alih-alih peristiwa relatif informal yang tidak terstruktur;
terdapat agenda; beberapa orang ditunjuk untuk menjalankan fungsi-fungsi
khusus, seperti memperkenalkan pembicara, dan sebagainya; acara-acara lain
mungkin direncanakan sebelum atau sesudah ceramah disampaikan pembicara.
Komunikasi publik sering bertujuan memberikan penerangan, menghibur, memberikan
penghormatan, atau membujuk.
Macam-macam publik
Dalam lingkup organisasi/ perusahaan publik dibedakan menjadi:
1. Publik internal dan publik eksternal
2. Publik primer, sekunder, dan marjinal
3. Proponent (publik yang memihak), opponent (publik yang menentang), dan uncommitted yang berarti publik yang tidak peduli. Sebagai perbandingan, saat suatu perusahaan memiliki 40 dari 50 karyawan yang uncommitted maka perusahaan dapat dikatakan “tidak sehat”.
4. Mayoritas diam (silent majority) dan minoritas vokal (vocal minority)
Macam-macam publik
Dalam lingkup organisasi/ perusahaan publik dibedakan menjadi:
1. Publik internal dan publik eksternal
2. Publik primer, sekunder, dan marjinal
3. Proponent (publik yang memihak), opponent (publik yang menentang), dan uncommitted yang berarti publik yang tidak peduli. Sebagai perbandingan, saat suatu perusahaan memiliki 40 dari 50 karyawan yang uncommitted maka perusahaan dapat dikatakan “tidak sehat”.
4. Mayoritas diam (silent majority) dan minoritas vokal (vocal minority)
KOMUNIKASI
ANTAR BUDAYA.
Komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yangmemilikikebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan darisemua perbedaan ini).
Komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yangmemilikikebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan darisemua perbedaan ini).
Kebudayaan adalah cara hidup yang
berkembang dan dianut oleh sekelompok orang serta berlangsungdari generasi ke
generasi (Tubbs, Moss:1996).Komunikasi antar budaya memiliki akarnya dalam
bahasa(khususnya sosiolinguistik), sosiologi,antropologi budaya, dan psikologi.
Dari keempat disiplin ilmutersebut, psikologi menjadidisiplin acuan utama
komunikasi lintas budaya, khususnya psikologi lintasbudaya.
Pertumbuhankomunikasi antar budaya
dalam dunia bisnis memiliki tempat yang utama, terutamaperusahaan ± perusahaan
yang melakukan ekspansi pasar ke luar negaranya notabene negara ± negarayang
ditujunya memiliki aneka ragam budaya. Selain itu, makin banyak orang yang
bepergian keluar negeri dengan beragam kepentingan mulai dari melakukan
perjalanan bisnis, liburan,mengikuti pendidikan lanjutan, baik yang sifatnya
sementara maupun dengan tujuan untuk menetapselamanya.Satelit komunikasi telah
membawa dunia menjadi semakin dekat, kita dapat menyaksikanberagam peristiwa
yang terjadi dalam belahan dunia,baik melalui layar televisi,surat kabar,
majalah, danmedia on line. Melalui teknologi komunikasi dan informasi, jarak
geografis bukan halangan lagi kita untuk
https://www.academia.edu/4576633/TEORI_KOMUNIKASI_ANTARBUDAYA
KOMUNIKASI INTERPERSONAL
Komunikasi Interpersonal adalah interaksi orang ke
orang, dua arah, verbal dan non
verbal. Saling berbagi informasi dan perasaan antara individu dengan individu atau
antar individu di dalam kelompok kecil (Febrina, 2008)
antar individu di dalam kelompok kecil (Febrina, 2008)
Tujuan Komunikasi Interpersonal
Komunikasi interpersonal mungkin mempunyai beberapa tujuan. Di sini akan dipaparkan 6 tujuan, antara lain ( Muhammad, 2004, p. 165-168 ) :
a. Menemukan Diri Sendiri
Salah satu tujuan komunikasi interpersonal adalah menemukan personal atau pribadi. Bila kita terlibat dalam pertemuan interpersonal dengan orang lain kita belajar banyak sekali tentang diri kita maupun orang lain.
Komunikasi interpersonal memberikan kesempatan kepada kita untuk berbicara tentang apa yang kita sukai, atau mengenai diri kita. Adalah sangat menarik dan mengasyikkan bila berdiskusi mengenai perasaan, pikiran, dan tingkah laku kita sendiri. Dengan membicarakan diri kita dengan orang lain, kita memberikan sumber balikan yang luar biasa pada perasaan, pikiran, dan tingkah laku kita.
b. Menemukan Dunia Luar
Hanya komunikasi interpersonal menjadikan kita dapat memahami lebih banyak tentang diri kita dan orang lain yang berkomunikasi dengan kita. Banyak informasi yang kita ketahui datang dari komunikasi interpersonal, meskipun banyak jumlah informasi yang datang kepada kita dari media massa hal itu seringkali didiskusikan dan akhirnya dipelajari
atau didalami melalui interaksi interpersonal.
c. Membentuk Dan Menjaga Hubungan Yang Penuh Arti
Salah satu keinginan orang yang paling besar adalah membentuk dan memelihara hubungan dengan orang lain. Banyak dari waktu kita pergunakan dalam komunikasi interpersonal diabadikan untuk membentuk dan menjaga hubungan sosial dengan orang lain.
d. Berubah Sikap Dan Tingkah Laku
Banyak waktu kita pergunakan untuk mengubah sikap dan tingkah laku orang lain dengan pertemuan interpersonal. Kita boleh menginginkan mereka memilih cara tertentu, misalnya mencoba diet yang baru, membeli barang tertentu, melihat film, menulis membaca buku, memasuki bidang tertentu dan percaya bahwa sesuatu itu benar atau salah. Kita banyak
menggunakan waktu waktu terlibat dalam posisi interpersonal.
e. Untuk Bermain Dan Kesenangan
Bermain mencakup semua aktivitas yang mempunyai tujuan utama adalah mencari kesenangan. Berbicara dengan teman mengenai aktivitas kita pada waktu akhir pecan, berdiskusi mengenai olahraga, menceritakan cerita dan cerita lucu pada umumnya hal itu adalah merupakan pembicaraan yang untuk menghabiskan waktu. Dengan melakukan komunikasi interpersonal semacam itu dapat memberikan keseimbangan yang penting dalam pikiran yang memerlukan rileks dari semua keseriusan di lingkungan kita.
f. Untuk Membantu
Ahli-ahli kejiwaan, ahli psikologi klinis dan terapi menggunakkan komunikasi interpersonal dalam kegiatan profesional mereka untuk mengarahkan kliennya. Kita semua juga berfungsi membantu orang lain dalam interaksi interpersonal kita sehari-hari. Kita berkonsultasi dengan seorang teman yang putus cinta, berkonsultasi dengan mahasiswa tentang mata kuliah yang sebaiknya diambil dan lain sebagainya.
Komunikasi interpersonal mungkin mempunyai beberapa tujuan. Di sini akan dipaparkan 6 tujuan, antara lain ( Muhammad, 2004, p. 165-168 ) :
a. Menemukan Diri Sendiri
Salah satu tujuan komunikasi interpersonal adalah menemukan personal atau pribadi. Bila kita terlibat dalam pertemuan interpersonal dengan orang lain kita belajar banyak sekali tentang diri kita maupun orang lain.
Komunikasi interpersonal memberikan kesempatan kepada kita untuk berbicara tentang apa yang kita sukai, atau mengenai diri kita. Adalah sangat menarik dan mengasyikkan bila berdiskusi mengenai perasaan, pikiran, dan tingkah laku kita sendiri. Dengan membicarakan diri kita dengan orang lain, kita memberikan sumber balikan yang luar biasa pada perasaan, pikiran, dan tingkah laku kita.
b. Menemukan Dunia Luar
Hanya komunikasi interpersonal menjadikan kita dapat memahami lebih banyak tentang diri kita dan orang lain yang berkomunikasi dengan kita. Banyak informasi yang kita ketahui datang dari komunikasi interpersonal, meskipun banyak jumlah informasi yang datang kepada kita dari media massa hal itu seringkali didiskusikan dan akhirnya dipelajari
atau didalami melalui interaksi interpersonal.
c. Membentuk Dan Menjaga Hubungan Yang Penuh Arti
Salah satu keinginan orang yang paling besar adalah membentuk dan memelihara hubungan dengan orang lain. Banyak dari waktu kita pergunakan dalam komunikasi interpersonal diabadikan untuk membentuk dan menjaga hubungan sosial dengan orang lain.
d. Berubah Sikap Dan Tingkah Laku
Banyak waktu kita pergunakan untuk mengubah sikap dan tingkah laku orang lain dengan pertemuan interpersonal. Kita boleh menginginkan mereka memilih cara tertentu, misalnya mencoba diet yang baru, membeli barang tertentu, melihat film, menulis membaca buku, memasuki bidang tertentu dan percaya bahwa sesuatu itu benar atau salah. Kita banyak
menggunakan waktu waktu terlibat dalam posisi interpersonal.
e. Untuk Bermain Dan Kesenangan
Bermain mencakup semua aktivitas yang mempunyai tujuan utama adalah mencari kesenangan. Berbicara dengan teman mengenai aktivitas kita pada waktu akhir pecan, berdiskusi mengenai olahraga, menceritakan cerita dan cerita lucu pada umumnya hal itu adalah merupakan pembicaraan yang untuk menghabiskan waktu. Dengan melakukan komunikasi interpersonal semacam itu dapat memberikan keseimbangan yang penting dalam pikiran yang memerlukan rileks dari semua keseriusan di lingkungan kita.
f. Untuk Membantu
Ahli-ahli kejiwaan, ahli psikologi klinis dan terapi menggunakkan komunikasi interpersonal dalam kegiatan profesional mereka untuk mengarahkan kliennya. Kita semua juga berfungsi membantu orang lain dalam interaksi interpersonal kita sehari-hari. Kita berkonsultasi dengan seorang teman yang putus cinta, berkonsultasi dengan mahasiswa tentang mata kuliah yang sebaiknya diambil dan lain sebagainya.
KOMUNIKASI ORGANISASI
Komunikasi organisasi adalah
pengiriman (sending) dan penerimaan (receiving) berbagai pesan organisasi di
dalam kelompok di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi.
Bila organisasi semakin besar dan kompleks maka akan mengakibatkan semakin
kompleks pula proses komunikasinya. Organisasi yang masih kecil, yang
anggotanya hanya berjumlah tiga orang atau kurang dari lima, proses komunikasi
yang berlangsung relatif sederhana dan masih bersifat langsung mengarah ke
setiap anggota organisasi. Tetapi organisasi yang anggotanya banyak misalnya
lebih dari seribu orang seperti HMI, GMKI, LEMA, ataupun Partai politik dan
lainnya menjadikan komunikasinya menjadi lebih kompleks.
Komunikasi organisasi memiliki dua
sifat yang tergantung oleh persetujuan yang dimiliki. Sifat dari komunikasi
organisasi pertama ialah formal. Komunikasi organisasi formal adalah komunikasi
yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya beriorientasi
kepentingan organisasi. Isinya berupa cara kerja di dalam organisasi,
produktivitas dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi.
Seperti memo, pernyatan, kebijakan, surat surat resmi dan jumpa pers. Sifat
organisasi yang kedua adalah komunikasi organisasi informal. Anggota organisai
yang menggunakan komunikasi organisasi informal adalah komunikasi yang
disetujui secara sosial. Arah komunikasi tersebut tidak secara langsung kepada
organisasi melainkan kepada anggota individu atau anggota organisasi tersebut.
KOMUNIKASI MASA
Definisi :
KOMUNIKASI MASSA ADALAH SUATU PROSES
MELALUI MANA KOMUNIKATOR-KOMUNIKATOR MENGGUNAKAN MEDIA UNTUK MENYEBARLUASKAN
PESAN-PESAN SECARA LUAS DAN TERUS MENERUS MENCIPTAKAN MAKNA-MAKNA SERTA
DIHARAPKAN DAPAT MEMPENGARUHI KHALAYAK YANG BESAR DAN BERAGAM DENGAN MELALUI
BERBAGAI CARA.
(DeFleur & McQuail, 1985,
McQuail, 2000).
FOKUS STUDI :
MEDIA MASSA MENJADI OBYEK UTAMA
STUDI KOMUNIKASI MASSA
MEDIA MASSA TIDAK HANYA SEBAGAI
SALURAN KOMUNIKASI TETAPI JUGA DALAM POSISINYA SEBAGAI INSTITUSI:
EKONOMI (BISNIS)
SOSIAL-BUDAYA
POLITIK
Karakteristik KOMUNIKASI MASSA
(Konsep Klasik)
(Konsep Klasik)
1.Ditujukan ke khalayak luas,
heterogeen, tersebar, anonim serta tidak mengenal batas geografis dan kultural.
2.Bersifat umum bukan perorangan.
3.Penyampaian pesan berjalan secara
cepat dan mampu menjangkau khalayak yang luas dalam waktu yang relatif singkat
(messages multiplier)
4.Penyampaian pesan cenderung
berjalan satu arah
5.Kegiatan komunikasi dilakukan
secara terencana, terjadwal dan terorganisir.
6.Kegiatan komunikasi dilakukan
secara berkala tidak bersifat temporer.
7.Isi pesan mencakup berbagai aspek
kehidupan (sosial, ekonomi, politik, budaya, dll.)
Konsepsi Komas Klasik :
HANYA MENCAKUP 5 MEDIA MASSA : (THE
BIG FIVE OF MASS MEDIA)
SURATKABAR
MAJALAH
RADIO
TELEVISI
FILM
IMPLIKASI TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Perbedaan konseptual, fungsional dan
operasional antara Komunikasi Massa dengan Komunikasi Antarpribadi semakin
kabur dan menipis.
Ada pergeseran konsepsi : dari ONE
TO MANY COMMUNICATION menjadi MANY TO MANY COMMUNICATIONS.
Fungsi Sosial Media Massa
(Lasswell & Wright)
(Lasswell & Wright)
1. PENGAWASAN LINGKUNGAN (Social
Surveillance)
2. KORELASI SOSIAL (Social
Correlation)
3. SOSIALISASI (Social Transmission)
4. HIBURAN (Entertainment)
Fungsi Sosial Media Massa
(Lazarsfeld & Merton)
(Lazarsfeld & Merton)
1. MEMBERIKAN/MENGUKUHKAN STATUS
SOSIAL
2. MEMPERKOKOH NORMA-NORMA SOSIAL
FUNGSI MEDIA MASSA BAGI INDIVIDU
(Becker, 1985)
(Becker, 1985)
- PENGAWASAN ATAU PENCARIAN INFORMASI
- PENGEMBANGAN DIRI
- FASILITASI DALAM HUBUNGAN SOSIAL
- SUBSTITUSI DALAM HUBUNGAN SOSIAL
- MEMBANTU MELEGAKAN EMOSI/AFEKSI
- SARANA PELARIAN DARI KETEGANGAN DAN KETERASINGAN
- BAGIAN DARI KEHIDUPAN RITUAL RUTIN (RITUALISASI)
DAYA TARIK ISI PESAN MEDIA
MASSA :
- Novelty
- Jarak (Dekat atau Jauh)
- Popularitas
- Konflik (Pertentangan)
- Komedi (Humor)
- Seks dan keindahan
- Emosi/Afeksi
- Nostalgia
- Human Interest
https://sinaukomunikasi.wordpress.com/2011/11/05/komunikasi-massa-definisi-karakteristik-dan-fungsi/