Mesmerize Pointer

Kamis, 17 September 2015

Jenis Komunikasi



KOMUNIKASI PUBLIK
Komunikasi publik (public communication) adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah besar orang (khalayak), yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi demikian sering juga disebut pidato, ceramah, atau kuliah (umum). Komunikasi publik biasanya berlangsung lebih formal dan lebih dari sulit dari pada komunikasi antar pribadi atau komunikasi kelompok, karena komunikasi publik menuntut persiapan pesan yang cermat, keberanian dan kemampuan menghadapi sejumlah besar orang.
Ciri-ciri komunikasi publik adalah : terjadi di tempat umum (publik), misalnya di auditorium, kelas, tempat ibadah (masjid, gereja) atau tempat lainnya yang di hadiri sejumlah besar orang; merupakan peristiwa sosial yang biasanya telah direncanakan alih-alih peristiwa relatif informal yang tidak terstruktur; terdapat agenda; beberapa orang ditunjuk untuk menjalankan fungsi-fungsi khusus, seperti memperkenalkan pembicara, dan sebagainya; acara-acara lain mungkin direncanakan sebelum atau sesudah ceramah disampaikan pembicara. Komunikasi publik sering bertujuan memberikan penerangan, menghibur, memberikan penghormatan, atau membujuk.
Macam-macam publik
Dalam lingkup organisasi/ perusahaan publik dibedakan menjadi:
1.    Publik internal dan publik eksternal
2.    Publik primer, sekunder, dan marjinal
3.    Proponent (publik yang memihak), opponent (publik yang menentang), dan uncommitted yang berarti publik yang tidak peduli. Sebagai perbandingan, saat suatu perusahaan memiliki 40 dari 50 karyawan yang uncommitted maka perusahaan dapat dikatakan “tidak sehat”.
4.    Mayoritas diam (silent majority) dan minoritas vokal (vocal minority)

KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA.
Komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yangmemilikikebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan darisemua perbedaan ini).
Kebudayaan adalah cara hidup yang berkembang dan dianut oleh sekelompok orang serta berlangsungdari generasi ke generasi (Tubbs, Moss:1996).Komunikasi antar budaya memiliki akarnya dalam bahasa(khususnya sosiolinguistik), sosiologi,antropologi budaya, dan psikologi. Dari keempat disiplin ilmutersebut, psikologi menjadidisiplin acuan utama komunikasi lintas budaya, khususnya psikologi lintasbudaya.
Pertumbuhankomunikasi antar budaya dalam dunia bisnis memiliki tempat yang utama, terutamaperusahaan ± perusahaan yang melakukan ekspansi pasar ke luar negaranya notabene negara ± negarayang ditujunya memiliki aneka ragam budaya. Selain itu, makin banyak orang yang bepergian keluar negeri dengan beragam kepentingan mulai dari melakukan perjalanan bisnis, liburan,mengikuti pendidikan lanjutan, baik yang sifatnya sementara maupun dengan tujuan untuk menetapselamanya.Satelit komunikasi telah membawa dunia menjadi semakin dekat, kita dapat menyaksikanberagam peristiwa yang terjadi dalam belahan dunia,baik melalui layar televisi,surat kabar, majalah, danmedia on line. Melalui teknologi komunikasi dan informasi, jarak geografis bukan halangan lagi kita untuk
https://www.academia.edu/4576633/TEORI_KOMUNIKASI_ANTARBUDAYA
KOMUNIKASI INTERPERSONAL
Komunikasi Interpersonal  adalah interaksi orang ke orang, dua arah, verbal dan non verbal. Saling berbagi informasi dan perasaan antara individu dengan individu atau
antar individu di dalam kelompok kecil (Febrina, 2008)
Tujuan Komunikasi Interpersonal
Komunikasi interpersonal mungkin mempunyai beberapa tujuan. Di sini akan dipaparkan 6 tujuan, antara lain ( Muhammad, 2004, p. 165-168 ) :

a. Menemukan Diri Sendiri
Salah satu tujuan komunikasi interpersonal adalah menemukan personal atau pribadi. Bila kita terlibat dalam pertemuan interpersonal dengan orang lain kita belajar banyak sekali tentang diri kita maupun orang lain.
Komunikasi interpersonal memberikan kesempatan kepada kita untuk berbicara tentang apa yang kita sukai, atau mengenai diri kita. Adalah sangat menarik dan mengasyikkan bila berdiskusi mengenai perasaan, pikiran, dan tingkah laku kita sendiri. Dengan membicarakan diri kita dengan orang lain, kita memberikan sumber balikan yang luar biasa pada perasaan, pikiran, dan tingkah laku kita.

b. Menemukan Dunia Luar
Hanya komunikasi interpersonal menjadikan kita dapat memahami lebih banyak tentang diri kita dan orang lain yang berkomunikasi dengan kita. Banyak informasi yang kita ketahui datang dari komunikasi interpersonal, meskipun banyak jumlah informasi yang datang kepada kita dari media massa hal itu seringkali didiskusikan dan akhirnya dipelajari
atau didalami melalui interaksi interpersonal.

c. Membentuk Dan Menjaga Hubungan Yang Penuh Arti
Salah satu keinginan orang yang paling besar adalah membentuk dan memelihara hubungan dengan orang lain. Banyak dari waktu kita pergunakan dalam komunikasi interpersonal diabadikan untuk membentuk dan menjaga hubungan sosial dengan orang lain.

d. Berubah Sikap Dan Tingkah Laku
Banyak waktu kita pergunakan untuk mengubah sikap dan tingkah laku orang lain dengan pertemuan interpersonal. Kita boleh menginginkan mereka memilih cara tertentu, misalnya mencoba diet yang baru, membeli barang tertentu, melihat film, menulis membaca buku, memasuki bidang tertentu dan percaya bahwa sesuatu itu benar atau salah. Kita banyak
menggunakan waktu waktu terlibat dalam posisi interpersonal.

e. Untuk Bermain Dan Kesenangan
Bermain mencakup semua aktivitas yang mempunyai tujuan utama adalah mencari kesenangan. Berbicara dengan teman mengenai aktivitas kita pada waktu akhir pecan, berdiskusi mengenai olahraga, menceritakan cerita dan cerita lucu pada umumnya hal itu adalah merupakan pembicaraan yang untuk menghabiskan waktu. Dengan melakukan komunikasi interpersonal semacam itu dapat memberikan keseimbangan yang penting dalam pikiran yang memerlukan rileks dari semua keseriusan di lingkungan kita.

f. Untuk Membantu
Ahli-ahli kejiwaan, ahli psikologi klinis dan terapi menggunakkan komunikasi interpersonal dalam kegiatan profesional mereka untuk mengarahkan kliennya. Kita semua juga berfungsi membantu orang lain dalam interaksi interpersonal kita sehari-hari. Kita berkonsultasi dengan seorang teman yang putus cinta, berkonsultasi dengan mahasiswa tentang mata kuliah yang sebaiknya diambil dan lain sebagainya.
KOMUNIKASI ORGANISASI
Komunikasi organisasi adalah pengiriman (sending) dan penerimaan (receiving) berbagai pesan organisasi di dalam kelompok di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi. Bila organisasi semakin besar dan kompleks maka akan mengakibatkan semakin kompleks pula proses komunikasinya. Organisasi yang masih kecil, yang anggotanya hanya berjumlah tiga orang atau kurang dari lima, proses komunikasi yang berlangsung relatif sederhana dan masih bersifat langsung mengarah ke setiap anggota organisasi. Tetapi organisasi yang anggotanya banyak misalnya lebih dari seribu orang seperti HMI, GMKI, LEMA, ataupun Partai politik dan lainnya menjadikan komunikasinya menjadi lebih kompleks.
Komunikasi organisasi memiliki dua sifat yang tergantung oleh persetujuan yang dimiliki. Sifat dari komunikasi organisasi pertama ialah formal. Komunikasi organisasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya beriorientasi kepentingan organisasi. Isinya berupa cara kerja di dalam organisasi, produktivitas dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi. Seperti memo, pernyatan, kebijakan, surat surat resmi dan jumpa pers. Sifat organisasi yang kedua adalah komunikasi organisasi informal. Anggota organisai yang menggunakan komunikasi organisasi informal adalah komunikasi yang disetujui secara sosial. Arah komunikasi tersebut tidak secara langsung kepada organisasi melainkan kepada anggota individu atau anggota organisasi tersebut.


KOMUNIKASI MASA
Definisi :
KOMUNIKASI MASSA ADALAH SUATU PROSES MELALUI MANA KOMUNIKATOR-KOMUNIKATOR MENGGUNAKAN MEDIA UNTUK MENYEBARLUASKAN PESAN-PESAN SECARA LUAS DAN TERUS MENERUS MENCIPTAKAN MAKNA-MAKNA SERTA DIHARAPKAN DAPAT MEMPENGARUHI KHALAYAK YANG BESAR DAN BERAGAM DENGAN MELALUI BERBAGAI CARA.
(DeFleur & McQuail, 1985, McQuail, 2000).
FOKUS STUDI :
MEDIA MASSA MENJADI OBYEK UTAMA STUDI KOMUNIKASI MASSA
MEDIA MASSA TIDAK HANYA SEBAGAI SALURAN KOMUNIKASI TETAPI   JUGA DALAM POSISINYA SEBAGAI INSTITUSI:
EKONOMI (BISNIS)
SOSIAL-BUDAYA
POLITIK
Karakteristik KOMUNIKASI MASSA
(Konsep Klasik)
1.Ditujukan ke khalayak luas, heterogeen, tersebar, anonim serta tidak mengenal batas geografis dan kultural.
2.Bersifat umum bukan perorangan.
3.Penyampaian pesan berjalan secara cepat dan mampu menjangkau khalayak yang luas dalam waktu yang relatif singkat (messages multiplier)
4.Penyampaian pesan cenderung berjalan satu arah
5.Kegiatan komunikasi dilakukan secara terencana, terjadwal dan terorganisir.
6.Kegiatan komunikasi dilakukan secara berkala tidak bersifat temporer.
7.Isi pesan mencakup berbagai aspek kehidupan (sosial, ekonomi, politik, budaya, dll.)
Konsepsi Komas Klasik :
HANYA MENCAKUP 5 MEDIA MASSA : (THE BIG FIVE OF MASS MEDIA)
SURATKABAR
MAJALAH
RADIO
TELEVISI
FILM

IMPLIKASI TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Perbedaan konseptual, fungsional dan operasional antara Komunikasi Massa dengan Komunikasi Antarpribadi semakin kabur dan menipis.
Ada pergeseran konsepsi : dari ONE TO MANY COMMUNICATION menjadi MANY TO MANY COMMUNICATIONS.
Fungsi Sosial Media Massa
(Lasswell & Wright)
1. PENGAWASAN LINGKUNGAN (Social Surveillance)
2. KORELASI SOSIAL (Social Correlation)
3. SOSIALISASI (Social Transmission)
4. HIBURAN (Entertainment)
Fungsi Sosial Media Massa
(Lazarsfeld & Merton)
1. MEMBERIKAN/MENGUKUHKAN STATUS SOSIAL
2. MEMPERKOKOH NORMA-NORMA SOSIAL

FUNGSI MEDIA MASSA BAGI INDIVIDU
(Becker, 1985)
  1. PENGAWASAN ATAU PENCARIAN INFORMASI
  2. PENGEMBANGAN DIRI
  3. FASILITASI DALAM HUBUNGAN SOSIAL
  4. SUBSTITUSI DALAM HUBUNGAN SOSIAL
  5. MEMBANTU MELEGAKAN EMOSI/AFEKSI
  6. SARANA PELARIAN DARI KETEGANGAN  DAN KETERASINGAN
  7. BAGIAN DARI KEHIDUPAN RITUAL RUTIN (RITUALISASI)
DAYA TARIK ISI PESAN MEDIA MASSA    :
  1. Novelty
  2. Jarak (Dekat atau Jauh)
  3. Popularitas
  4. Konflik (Pertentangan)
  5. Komedi (Humor)
  6. Seks dan keindahan
  7. Emosi/Afeksi
  8. Nostalgia
  9. Human Interest

https://sinaukomunikasi.wordpress.com/2011/11/05/komunikasi-massa-definisi-karakteristik-dan-fungsi/

Minggu, 06 September 2015

Komunikasi Periklanan

Definisi komunikasi menurut Bernald Berelson dan Gary A. Steiner (dalam Mulyana, 2007:68), komunikasi adalah transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan, dan sebagainya, dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, figur, grafik, dan sebagainya.

Periklanan merupakan terjemahan dari bahasa Inggris advertising, advertising sendiri berasal dari bahasa latin Advertere, artinya mengalihkan perhatian. Dengan demikian periklanan dapat diartikan sebagai taktik untuk memikat khalayak sasaran melalui berbagai strategi. Periklanan merupakan bentuk komunikasi massa, komunikasi yang dilakukan oleh pengiklan (advertiser) untuk mengkomunikasikan  sesuatu kepada konsumen (decoder) melalui media (Santosa, 2009:1).

Menelaah uraian definisi di atas maka pengertian komunikasi periklanan yaitu, suatu proses dimana sumber mentransmisikan informasi, gagasan, emosi, dan keterampilan dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, figur, grafik, dan sebagainya kepada penerima, pesan tersebut dirancang sedemikian rupa dengan menggunakan taktik dan strategi untuk memikat para khalayak sasaran.

Kamis, 03 September 2015

How to draw a basic head construction 01

How to Draw a Realistic Eye

How to Do a Pencil Drawing | Drawing Tutorials

MODEL MODEL KOMUNIKASI

MODEL-MODEL KOMUNIKASI


Model
Model menyediakan pandangan sederhana tentang sesuatu untuk dipelajari. Kita memilih elemen-elemen yang menarik dan menggunakan model untuk menolong kita membentuk pertanyaan dan membuat prediksi/ramalan. (Richard S. Croft, 2004)
Model-model komunikasi secara garis besar dibagi 2 yaitu
a. Model informasional
b. Model relasional
Model Informasional : (disarikan dari Richard S. Croft).
1. Model Komunikasi dari Aristotle
Salah satu pengutara model yang terdahulu yaitu seorang filsof Yunanai, Aristotles. Aristoteles menyajikan komunikasi sebagai bentuk komunikasi antara orator dengan audience yang berjumlah banyak.
Modelnya meliputi sedikit elemen. Ini bisa dipahami mengingat Aristoteles hidup sekitar tahun 500 BC. Jadi saat itu belum ada media komunikasi yang muncul untuk membantu orator menyampaikan pesannya kepada audience yang berjumlah banyak. Satu-satunya jalan adalah dengan berpidato di hadapan khalayak (audience) yang berjumlah banyak.
Figura l : Model Komunikasi Arstoteles.
2. Model Komunikasi dari Harold Laswell
Ahli ilmu politik Harold Laswell, menulis pada 1948, pertanyaan : “Siapa yang berbicara, menggunakan saluran apa dan apa efeknya?” (“Who says what in which channel with what effect?”)
Model Laswell memberi perhatian pada impact/pengaruh dari komunikasi. Perhatiannya terjadi ketika Adolph Hitler dan Winston Churchill memberi pengaruh kuat ketika berpidato baik langsung maupun menggunakan radio.
Bukan hal yang mengherankan bahwa sebagai seorang ahli politik, Lasswell tertarik pada efek komunikasi yang dihasilkan oleh kedua orator ulung tersebut, karena keduanya memberikan efek yang luar biasa kepada para audience-nya.
Figura 2 :Laswell’s (1948) Model Komunikasi Laswell
3. Model Komunikasi dari Shannon and Weaver
Model Shannon and Weaver (1949) berfokus pada teori informasi, dan khususnya mengenai transmisi dan penerimaan message.
Modelnya terdiri dari tige elemen: transmiter, receiver dan sumber gangguan. Dalam telekomunikasi, alat transmiter dan penerima bisa berupa alat perangkat keras, yang digunakan antara pengirim dan penerima.
Gangguan bisa berasal dari cuaca yang buruk, peralatan listrik yang terganggu oleh sinyal dsb.
Shannon dan Weaver tampak lebih intens memperhatikan adanya sumber gangguan (noise source) yang mungkin ada saat seseorang melakukan komunikasi menggunakan alat-alat transmisi, karena mereka berdua memiliki pengalaman bekerja di area telekomunikasi dimana sumber gangguan sering muncul. Dengan adanya sumber gangguan (noise source) ini banyak kemungkinan dapat terjadi. Bisa saja pesan (message) yang disampaikan oleh sumber informasi (info source) tidak sampai ke tujuan (destination), bisa juga si penerima salah mengartikan pesan, atau dapat pula pesan justru diterima orang lain.
Figura 3: Model Shannon dan Weaver
4. Model Komunikasinya Schramm
Wilbur Scrharamm (1954) mulai mempelajari komunikasi sebagai disiplin independent.
Salah satu kontribusi Schramm adalah adanya kesadaran tentang field of experience (bidang pengalaman) yang dimiliki pengirim maupun penerima.
Pengirim akan meng-encode pesan berdasarkan atas pengalamannya.
Penerima akan men-decode pesan berdasarkan pengalamannya.
Seandainya antara pengirim dan penerima tidak terdapat pengalaman yang sama, maka komunikasi tidak akan terjadi.
Kemampuan penerima men-decode message sesuai dengan aslinya tergantung dari adanya pengalaman yang sama atas message tersebut.
Misalnya ahli syaraf menyampaikan ilmunya kepada anak berusia 6 tahun, mungkin tidak akan menghasilkan komunikasi, karena penerima tidak mengerti istilah-istilah syaraf yang telah dikuasai oleh ahli syaraf tersebut.
Figura 4 : Model komunikasi Schramm
Model lain dari Schramm meperkenalkan ide tentang feedback dari penerima kepada pengirim pesan.
Dalam model ini komunikasi menjadi proses berkesinambungan dari pengiriman message dan feedback.
Model ini menunjukkan adanya interaksi.
Model ini menunjukkan pesan membuat lingkaran.
Figura 5 : Model lain dari Scrhamm
6. Model dari Berlo
Berlo (1960) mengambil pendekatan yang berbeda untuk mengkonstruksi model.
Ia menciptakan model yang ia sebut sebagai “model dari isi komunikasi. Model ini mengindentifikasi factor-faktor yang mengontrol atas empat elemen komunikasi yaitu: Source/sumber, Message/pesan, Channel dan Penerima.
Model ini menjanjikan pertolongan dalam mengidentifikasi factor-faktor spesifik yang digunakan dalam eksperimen.
Figura 6 : Model dari Berlo dengan nama SMCR
Model relational
a. Model C.K. Ogden dan I.A. Richards (Griffin, 2006: 27):
Model relasional merupakan bagian dari teori tentang sign dan bahasa.
Menurut teori ini, model relational menunjukkan adanya relasi antara sign, object dan reference. Suatu sinyal (sign) dapat diberikan maknanya oleh penerima bila ia memiliki reference, sehingga object dapat ia bayangkan. Seseorang yang tidak memiliki referensi (reference) tidak akan dapat memberikan makna pada sebuah sign. Ketika sign sudah diterima, ia akan menghubungkan dengan referensi yang pernah didapatkannya. Jadi sign itu di dalam kepalanya akan menjadi object suatu benda.
Contoh: Anjing. Bila sign berupa “anjing: telah diberikan, maka si penerima akan menghubungkannya dengan salah satu binatang.
Berarti ia memiliki referensi tentang anjing itu sebagai binatang. Maka object anjing kemudian ada dalam kepalanya. Seandainya ia tidak memiliki referensi tentang anjing, ia tidak akan bisa membayangkan apa pun dalam benaknya.
Ketiga bagian yang berhubungan ini dijabarkan oleh C.K. Ogden dan I.A. Richards dalam sebuah model.
Ide Referensi/Thought of Reference
Symbols Reference
Modelu Relasional Charles Morris (Littlejohn, 2002: 60-61)
Model Morris menunjukkan dalam teorinya, bahwa semua aktivitas manusia meliputi sinyal dan arti dalam berbagai variasi.
Aktifitas itu terdiri dari 3 tahap:
• Persepsi
• Manipulasi
• Konsumasi
Dalam persepsi manusia menyadari adanya sinyal.
Dalam tahap manipulasi, seseorang akan mengartikan sinyal tersebut dan memutuskan cara bagaimana meresponsnya.
Kunsumasi adalah tahap dimana manusia bertindak dengan respon aktual.
Dimensi Tentang sinyal
Sinyal melakukan hal-hal berbeda dalam setiap tahap.
Selama tahap persepsi, sinyal didesain untuk menunjuk, memperlihatkan, atau menghubungkan dengan beberapa obyek atau kondisi.
Selama tahap manipulasi, sinyal cenderung untuk menentukan, menasehati, atau mengatakan kepada kita apa yang harus kita lakukan. Dalam tahap konsumasi, sinyal-sinya memberitahu atau mengevaluasi.
Persepsi sering disebut sebagai waktu detachment, ketika kita melihat situasi dengan objektiv.
Tahap manipulasi sering merupakan waktu dominant, ketika sinyal-sinyal memikul beberapa otoritas.
Dan dalam tahap konsumasi, sering ada perasaan dependence (tergantung) ketika kita menyandarkan diri pada sinyal-sinyal sebagai cara yang terstruktur dalam memberi respons.
Dari ketiga tahap di atas, tampaknya yang paling krusial adalah tahap manipulasi. Ini hanyalah sebutan untuk sebuah tahap dari aktivitas manusia, dimana manusia mulai mengadakan pertimbangan, mau melakukan/memberikan respons apa terhadap sinyal yang telah diterima. Jadi manipulasi di sini jangan dianggap sebuah manipulasi seperti yang dilakukan oleh seorang pejabat negara ketika membohongi rakyat.
Dalam system teori, sebuah system akan dipengaruhi atau mempengaruhi sebuah system. Ketika sebuah system dipengaruhi oleh yang lain, ini disebut sebagai dependent /tergantung/terpengaruh terhadap system lainnya.
Ketika memberi pengaruh pada system yang lain, ini disebut dominant atas system yang lainnya.
Pernyataan detachment ada ketika sebuah system lebih atau kurang otonom.
Jadi, detachment berhubungan dengan persepsi dan desin mode signifikasi.
Dominance berhubungan dengan manipulasi dan factor-faktor yang memberi petunjuk, dan dependence berhubungan dengan konsumasi dan nilai-nilai yang berharga.
Contoh: Seseorang yang menonton televise yang sedang menyiarkan sebuah iklan shampoo terbaru. Dalam tahap persepsi, orang ini menyadari adanya sinyal (adanya shampoo baru). Dalam tahap manipulasi ia mempertimbangkan mau bertindak bagaimana selanjutnya? Apakah akan membeli shampoo baru tersebut atau tidak membeli?
Dalam tahap ketiga yaitu tahap konsumasi ia memutuskan akan membeli shampoo tersebut dan akan mencobanya.
Modelu dari Charles Morris (Littlejohn, 2002: 60-61)
Dominance
B1 B2
E A
D C
Dependence Detachment
A dan C Detachment, menyadari adanya sinyal.
B1 dan B2 : Dominance, manipulasi tindakan.
E dan D : Dependence, fase konsumatori dimana telah memilih tindakan

Jenis - Jenis Komunikasi

Jenis-Jenis Komunikasi

10 Juni 2013 19:14:40 Dibaca : 30,904
Istilah komunikasi berasal dari kata Latin Communicare atau Communis yang berarti sama atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti kita berusaha agar apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya.

Komunikasi adalah keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, dimana dapat kita lihat komunikasi dapat terjadi pada setiap gerak langkah manusia. Manusia adalah makhluk sosial yang tergantung satu sama lain dan mandiri serta saling terkait dengan orang lain dilingkungannya. Satu-satunya alat untuk dapat berhubungan dengan orang lain dilingkungannya adalah komunikasi baik secara verbal maupun non verbal ( bahasa tubuh dan isyarat yang banyak dimengerti oleh suku

bangsa).

Pada dasarnya komunikasi digunakan untuk menciptakan atau meningkatkan aktifitas hubungan antara manusia atau kelompok.


Jenis komunikasi terdiri dari:

1. Komunikasi verbal dengan kata-kata

2. Komunikasi non verbal disebut dengan bahasa tubuh


1. Komunikasi Verbal mencakup aspek-aspek berupa ;

a. Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata menjadi penting dalam berkomunikasi.

b. Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.

c. Intonasi suara: akan mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan akan menjadi lain artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.

d. Humor: dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989), memberikan catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan stress dan nyeri. Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa humor adalah merupakan satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.

e. Singkat dan jelas. Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara singkat dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti.

f. Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk berkomunikasi, artinya dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang disampaikan.


2. Komunikasi Non Verbal

Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non verbal memberikan arti pada komunikasi verbal.

Yang termasuk komunikasi non verbal :

a. Ekspresi wajah

Wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan suasana emosi seseorang.

b. Kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama berinterakasi atau tanya jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan bukan sekedar mendengarkan. Melalui kontak mata juga memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi yang lainnya

c. Sentuhan adalah bentuk komunikasi personal mengingat sentuhan lebih bersifat spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.

d. Postur tubuh dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya.

e. Sound (Suara). Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan juga salah satu ungkapan perasaan dan pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan dengan semua bentuk komunikasi non verbal lainnya sampai desis atau suara dapat menjadi pesan yang sangat jelas.

f. Gerak isyarat, adalah yang dapat mempertegas pembicaraan . Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari komunikasi seperti mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan selama berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan stress bingung atau sebagai upaya untuk menghilangkan stress.